Bojong Malaka Indah No. 13, Bandung dapurbuiim@gmail.com
Ikuti Kami:
Beranda Tentang Kami Produk
Kontak
Artikel

Di Balik Usaha Makanan Legendaris "Dapur Bu iim"

← Semua Artikel 10 Apr 2026 Admin 3 menit baca
Di Balik Usaha Makanan Legendaris "Dapur Bu iim"
Bumbu Bali di kantin kampus Universitas Pembangunan Jaya merupakan usaha di bidang kuliner yang sudah berdiri selama 7 tahun sejak tahun 2016. Sering disebut Makanan Legendaris UPJ oleh Dosen-dosen dan karyawan UPJ.

Namun, usaha ini sempat berhenti berjalan selama dua tahun karena terhambat oleh pandemi yang mengharuskan tatap muka secara langsung cukup terbatas akibat penyebaran virus COVID-19 yang sangat mengkhawatirkan pada tahun 2020 hingga tahun 2021.

Tentang sang Pengusaha

Lulusan Strata Satu Money Management di kota Yogyakarta, berusia 43 tahun biasa ramah disapa sebagai Om Viktor, kini telah tinggal di Tangerang Selatan selama sekitar 20 tahun dan mempunyai usaha di bidang kuliner bernama Bumbu Bali tersebut.

Wirausahawan asal kota Yogyakarta ini memiliki motto hidup, Hari ini akan lebih baik dari hari kemarin, hal ini membuatnya merasa mempunyai pemikiran yang terbuka atau open minded dengan terus mau mencoba hal-hal baru yang belum pernah beliau coba sebelumnya.

Mengenal dirinya sendiri,menurutnya hal ini dapat membuka informasi baru dan mungkin berdampak positif bagi kehidupannya.

Sebelumnya hanya memiliki latar belakang sebagai seorang pekerja kantoran, beliau membuka lembaran baru dalam hidupnya untuk menjalankan sebuah bisnis di bidang kuliner.

Latar Belakang Adanya Bisnis Bumbu Bali

Beliau memutuskan untuk memulai usaha di bidang kuliner karena menyukai makanan khas Bali dan melihat bahwa di kantin kampus Universitas Pembangunan Jaya yang belum ada penyewa yang menyajikan makanan Indonesia sebelumnya. Ia melihat ini sebagai peluang untuk melayani pasar yang menuntut makanan Indonesia sebagai pemasok kantin kampus UPJ.

Peluangnya bagus dan bisnis kuliner cukup menjanjikan yang membuat kita merasa hidup dan maju, jadi kita harus mencoba kata Viktor.

Mempunyai passion dalam manajemen duit serta pada makanan-makanan kesukaannya, beliau berdeterminsi tinggi dengan confidence yang baik dalam menjalankan bisnisnya.

Meski tidak memiliki latar belakang dalam bidang F&B, beliau membuka usaha kuliner dengan keyakinan bahwa informasi yang dibutuhkannya cukup tersedia dan terfasilitasi pada era saat ini. Adanya teknologi yang memungkinkan mudahnya akses berbagai pengetahuan di platform seperti YouTube, yang memiliki banyak video tutorial menunjukkan cara menyiapkan hidangan tertentu. Om Viktor juga mengatakan bahwa dirinya juga sering mengambil informasi dari literatur.

Alokasi Modal Bisnis

Modal awal untuk membangun perusahaan tersebut adalah sekitar 10 juta Rupiah, yang termasuk dari penyetoran dan penyewaan ruang di kantin kampus UPJ, peralatan masak seperti kompor, wajan, sutil, alat makan seperti sendok, garpu dan piring yang perlu diperbaharui waktu ke waktu untuk maintenance, dan bahan dasar yakni beras , telur, daging, sayuran, bumbu dan lain-lain.

Pendapatan kotor warung Bumbu Bali di kantin Universitas Pembangunan Jaya kini dapat mencapai sekitar 1,5 hingga 3 juta per hari. Hasil pendapatan dari penjualan harian didistribusikan oleh Om Viktor pada tabungan bank sebagai aset tetap dan mengalokasikannya kembali sebagai modal bisnis.